Selasa, 09 Februari 2016

Aku bukan siapa-siapa...

Tak nampak olehmu...
Tak terlihat dari pandanganmu...
Iyaa... karena aku dibelakangmu.
Tanpa kamu menoleh kebelakang,
Kamu tak bisa memandangku.
Langkahku semakin jauh darimu,
Tuk sekedar menyejajarkan dengan mereka...
Aku tak pernah mampu...
Disampingmu adalah pekerjaan,
Adalah keluarga dan teman-temanmu...
Dan aku....
Aku masih jauh tertinggal dibelakangmu.
Aku sadar... aku bukan prioritas...
Aku bukan siapa-siapa...
Aku hanya akan terlihat saat kamu menoleh kebelakang....
Dan aku tahu....
Kamu tidak punya waktu untuk itu,
Karena ada mereka... ada pekerjaan... keluarga.. dan temanmu.
Semakin kamu berlari...
Semakin aku tak mampu tuk mengejarmu...
Dan semakin tak terlihat olehmu.
Iyaaa.... aku bukanlah siapa-siapa...
Dan selalu akan seperti itu.....

Sabtu, 30 Januari 2016

Aku dan perasaanku... untukmu

aku tak pernah meminta lebih pdmu,
meminta sesuatu yang tak bisa kamu penuhi...
meminta hal yang tidak wajar.....
aku hanya minta sedikit waktumu untukku,
disela-sela kesibukanmu.
tidak banyak.... hanya 1-2 menit....
apa itu berlebihan...??
setiap aku menagih waktumu itu...
kamupun diam.....
seolah diammu menjawab semuanya..
bahwa kamu tak bisa meluangkan sedikit waktumu untukku...
itu saja...

Senin, 11 Januari 2016

Bila saat itu tiba

Bila suatu saat nanti...
Aku tak bisa lagi disampingmu,
Tak bisa lagi menemani hari-harimu,
Tak bisa lagi menggandeng tanganmu.... bercanda denganmu....
Jangan salahkan aku..........
Tapi tanyakan pada hatimu...
Mengapa kamu tidak menjaga hatiku
Mengapa kamu tidak pedulikan cintaku
Mengapa kamu tidak bisa merasakan sayangku
Yang tulus kuberikan untukmu.
Aku tidak akan menyalahkanmu...
Bukan pula menyalahkan waktu....
Hadirku saja yang tak tepat.
Kan kujaga semua rasaku sendirian...
Kusimpan dalam hatiku....
Dan selamanya untukmu...
Bila saat itu tiba....

Kamis, 26 November 2015

Terimakasih...

Tuhan.... terimakasih.... atas segala rahmat-Mu yang telah dianugerahkan kepadaku... atas segala karunia sehat-Mu.... hingga aku bisa menjalani hidupku sampai detik ini.... aku bahagia... dan semoga seterusnya bisa berbahagia.
Terimakasih pula untuk kedua orang tuaku... yg telah membesarkanku dgn penuh sayang.... sehingga menjadikanku seperti saat ini... maaf... bila blum bisa membalas semuanya.
Teruntuk teman-teman dan sahabatku.... terimakasih telah menemani hari-hariku... tertawa bersama... bercanda... dan ada banyak cerita.
Terutama untukmu.... iyaa kamu... kamu yang tidak bisa aku sebutkan disini... kamu yang hadir mengisi hatiku... memenuhi jiwaku dgn cintamu.... memberikan banyak warna dalam hidupku... kamu yang teramat spesial di hatiku. Meskipun kini.... entah apa yang kamu rasakan.... tapi rasaku tetaplah sama....tetap selalu mencintaimu....
Aku tidak merasa yakin..... kalian ingat dengan hari spesialku ini.... tapi aku yakin... di dalam hati yang paling dalam... kalian selalu mengingatku dalam setiap do'a.
Tuhan.... aku mohon kepada-Mu.... berilah lebih banyak lagi kesabaran buatku... agar aku dapat melanjutkan hidupku ini dengan lebih baik lagi... dan berilah orang-orang yang aku sayangi kebahagiaan... buat mereka selalu tersenyum... sehatkan mereka.... mudahkanlah rezekinya.....aamiinn...
Terimakasih....

Rabu, 25 November 2015

Hadirmu... kembali....

Aksaramu...

"Jika suatu saat kau melupakanku,
Pencipta alam semesta...
Dan alam semesta beserta isinya,
Akan membantuku...
Buatmu ingat kembali padaku."

Apakah itu juga berlaku untukmu...???
Saat kamu lupa padaku....
Apakah Tuhan... alam semesta dan isinya...
Akan membantuku juga................
Untuk mengingatkanmu padaku.

Ataukah hanya sebuah mimpi...
Hanya angan-angan....
Hanya dalam khayalan......
Semua itu terwujud.

Aku merindukan hadirmu...
Kembali....

Minggu, 22 November 2015

Do'a di penghujung senja...

Tuhan...
Tak banyak yang aku pinta dari-Mu
Bila masih ada waktuku....
Izinkan aku untuk tetap mencintainya...
Bila memang bahagianya bukan denganku...
Berilah aku tanda....
Agar aku dapat memahami semuanya,
Bisa menentukan jalanku.
Tuhan....
Buatlah dia selalu tersenyum...
Selalu bahagia....
Meski aku tak bisa melihat senyumnya lagi.
Aku ikhlas melepasnya... jika itu adalah bahagianya.
Akan aku simpan semua rasaku,
Dalam diamku... dalam sepiku... dalam sendiriku....
Meski hatiku yang akan terluka,
Aku rela.... untuk bahagianya.

Kini...semua terserah padamu...

Telah berulang kali...
Kuucapkan kata maaf... padamu.
Tapi berulang kali pula...
Tak ada jawaban yang terucap darimu.
Sedih...... amat sangat....
Membuatku semakin merasa bersalah.
Yaaa sudahlah......
Aku sudah berusaha mendapatkan maaf darimu,
Meski semua itu hanya sia-sia...
Tak pernah ada niatan dihatiku
Tuk melupakanmu.... meninggalkanmu...
Aku hanya menyadari siapa aku.
Bukan maksudku tuk menghindarimu,
Hanya merasa tidak dibutuhkan lagi.
Mulai saat ini....
Aku akan mencintaimu dalam diamku,
Menyayangimu dalam sepiku,
Merindukanmu dalam sendiriku.....
Dan aku berharap masih ada rasamu untukku...
Meskipun dalam diammu.
Dan kini....
Semua terserah padamu...
Apapun yang ingin kamu lakukan,
Apapun yang akan kamu katakan.... tentang kita,
Akan aku turuti....
Aku hormati semua keputusanmu... apapun itu.
Dirimu akan slalu ada dihatiku... selamanya,
Tak akan ada yang bisa menggantikannya......

Sabtu, 21 November 2015

Ketika hati wanita tersakiti...

Tak banyak lelaki tahu bagaimana keadaan hati wanita ketika bersedih..
Wanita marah bukan berarti ia pemarah, melainkan hatinya tengah terluka..
Wanita yang cenderung diam bukan berarti dia egois, cuek ataupun acuh tak acuh, melainkan diam itu lebih baik untuknya.
Ketika hati wanita tersakiti, mungkin susah digambarkan dengan apapun.
Namun hancurnya hati wanita ketika tersakiti lebih dari sekedar gelas yang terjatuh dari atas menara.
Ketika hati wanita tersakiti..
Tak banyak yang dapat ia lakukan..
Yang ia tahu hanyalah setetes air mata mengalir membasahi pipinya..
Yang ia tahu hanyalah dadanya yang terasa sesak..
Yang ia tahu hanyalah sebuah tanda cinta-Nya.
Jika kau ingin menggenggamnya,
maka genggamlah dengan halus..
Jika kau ingin melepaskannya,
maka lepaskanlah dengan perlahan..
Karena ia adalah makhluk yang sangat rapuh..
Jika diibaratkan kaca,
maka jangan terlalu kasar membersihkannya.
Karena ia akan menjadi buram..
Jika kau meletakannya,
jangan kau banting, karena ia akan pecah..
Begitupun Hati Wanita....

(Dan aku yakin..... tak ada niatan hatimu.. tuk menyakiti hati wanita .... siapapun...)

Selasa, 17 November 2015

Merindukanmu...

Hai bintang....
Apa kabarmu hari ini...?
Semoga baik-baik saja....
Sehat selalu....
Selalu semangat melalui hari-harimu.
Bintang.......
Sepi sekali hariku tanpamu,
Tanpa sapamu.... tanpa aksaramu....
Dan aku sadari... aku merindukanmu.
Baru satu hari.........
Bagaimana dengan besok... besoknya... besok lagi....
Bagaimana aku melalui hari-hariku tanpamu...
Sanggupkah aku...?
Mampukah aku...?
Bintang.......
Ingatkah kamu padaku...
Seperti aku mengingatmu.
Rindukah kamu... seperti aku merindukanmu.
Bintangku sayang....
Jaga dirimu selalu...
Baik-baik kamu di sana.
Aku akan tetap menunggumu....
Menunggu kamu menoleh lagi padaku.
Aku kangen kamu.....

Senin, 16 November 2015

Ungkapan hatiku...(untukmu)

Bukan aku tak peduli...
Bukan karena tak cinta lagi...
Hanya menyadari...
Siapa diri ini.
Tak bisa aku paksakan rasaku...
Bila itu membuatmu tak nyaman lagi.
Tak mungkin aku memaksamu...
Untuk terus bersamaku.
Apapun keputusanmu.... tentang kita.
Aku menghormatinya....
Yang perlu kamu tahu......
Rasaku tak kan pernah berubah,
Cintaku... sayangku... rinduku...
Masih untukmu.
Sampai kapanpun... engkaulah pemilik hatiku.
Selamanya akan seperti itu....
Walaupun itu hanya tinggal rasaku....
Maaf ..
Jika aku masih mencintaimu.....